Pemerintah Larang Ekspor CPO, Saham Emiten Sawit Bergerak Variatif
Senin, 16 Mei 2022 - 16:39 WIB
Saham emiten sawit PT. Triputra Agro Persada, Tbk (TAPG) misalnya, pada penutupan perdagangan Jumat (13/5/2022) mengalami penurunan 2,22%. Sementara itu saham emiten PT Pinago Utama, Tbk (PNGO) pada perdagangan akhir pekan lalu meski terjadi penurunan 2,60% tetapi trennya masih positif.
Emiten Astra Group, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada perdagangan pekan lalu terjadi kenaikan 0,62% meski cenderung terkoreksi. Emiten PT FAP Agri, Tbk (FAPA) justru cenderung mengalami tren positif dan terjadi kenaikan 0,56%.
(Baca juga:Joe Biden Menang, Saham-Saham Energi China Berjingkrakkan)
Sedangkan saham emiten PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia, Tbk (LSIP) juga mengalami kenaikan 1,13% meski cenderung sideway.
Dalam risetnya, pengamat pasar modal Himawan Sutanto menilai implikasi akibat adanya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor CPO dan produk lainnya berbasis sawit langsung berdampak kepada penurunan pergerakan harga beberapa emiten kelapa sawit. “Tentunya kondisi ini memberikan sentimen negatif untuk sementara ini,” ujar Himawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/5/2022).
Namun demikian Himawan memprediksi harga saham emiten kelapa sawit akan rebound lagi setelah pemerintah mencabut larangan ekspor CPO dan produk lainnya berbasis sawit tersebut. “Tapi prediksi saya, pencabutan itu akan dilakukan pemerintah setelah situasi dan kondisi ketersediaan dan harga minyak di dalam negeri sudah stabil,” ujar Himawan.
Emiten Astra Group, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada perdagangan pekan lalu terjadi kenaikan 0,62% meski cenderung terkoreksi. Emiten PT FAP Agri, Tbk (FAPA) justru cenderung mengalami tren positif dan terjadi kenaikan 0,56%.
(Baca juga:Joe Biden Menang, Saham-Saham Energi China Berjingkrakkan)
Sedangkan saham emiten PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia, Tbk (LSIP) juga mengalami kenaikan 1,13% meski cenderung sideway.
Dalam risetnya, pengamat pasar modal Himawan Sutanto menilai implikasi akibat adanya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor CPO dan produk lainnya berbasis sawit langsung berdampak kepada penurunan pergerakan harga beberapa emiten kelapa sawit. “Tentunya kondisi ini memberikan sentimen negatif untuk sementara ini,” ujar Himawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/5/2022).
Namun demikian Himawan memprediksi harga saham emiten kelapa sawit akan rebound lagi setelah pemerintah mencabut larangan ekspor CPO dan produk lainnya berbasis sawit tersebut. “Tapi prediksi saya, pencabutan itu akan dilakukan pemerintah setelah situasi dan kondisi ketersediaan dan harga minyak di dalam negeri sudah stabil,” ujar Himawan.
Lihat Juga :