Puasa di Tengah Pandemi, Jadi Bisa Hemat saat Ramadhan

Sabtu, 25 April 2020 - 12:15 WIB
Bagi perencana keuangan Melvin Mumpuni, saat pandemi seperti saat ini banyak masyarakat yang dalam kondisi bertahan hidup, sehingga perlu mengetahui kebutuhan prioritas. Kemudian juga meningkatkan jumlah dana darurat ke kondisi normal atau menambah jumlah dana darurat.

Saat seperti ini, masyarakat juga harus mulai mengenal dana darurat, yakni dana yang dapat disimpan yang kemudian dapat dipakai saat kondisi sulit.

"Dana darurat yang disiapkan disimpan terpisah, misalnya di rekening lain dari kebutuhan sehari-hari. Bisa juga disimpan di reksa dana pasar uang. Logam mulia dan tabungan deposito juga dapat menjadi alternatif," jelasnya.

Jumlah dana darurat yang ideal adalah dibagi dalam tiga kondisi. Jika masih sendiri belum menikah, maka lebih baik memilih dana darurat 6 kali dari pengeluaran bulanan, sementara jika sudah menikah perlu dana darurat 9 kali pengeluaran. Sedangkan jika sudah dalam kondisi menikah dan memiliki anak. idealnya memiliki dana darurat 12 kali pengeluaran.



Menurutnya, jumlah dana antisipasi itu memang besar, apalagi saat kondisi pandemi yang tidak ada kepastian kapan akan berakhir. Belum lagi situasi ekonomi yang langsung membaik ketika pandemi berakhir.

Pendiri Finansialku.com ini pun membagikan kiat mengatur keuangan untuk sehari-hari dan menyimpannya untuk uang darurat. Dia mencontohkan pendapatan satu keluarga yang mencapai Rp 8 juta setiap bulannya.

Pertama, dahulukan pengeluaran kewajiban seperti zakat sebesar 2,5 persen. Investasi juga termasuk dana darurat dapat dialokasikan 20-30 pesen, kemudian membayar cicilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!