Penambahan Subsidi Energi Disetujui DPR, Ini Kata Erick Thohir
Jum'at, 20 Mei 2022 - 17:16 WIB
"(Pemerintah) terus berupaya keras, karena tidak ingin membebani rakyat di tengah persoalan pangan dan energi global,” ungkap Erick, Jumat (20/5/2022).
Erick juga memastikan Kementerian BUMN bersama PT Pertamina dan PT PLN akan fokus menjaga ketersediaan energi hingga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Konflik Rusia-Ukraina menyebabkan harga minyak dunia melonjak lebih dari USD100 per barel, sementara asumsi dalam APBN di USD63 per barel. Karena itu, Sri Mulyani mengusulkan tambahan anggaran untuk subsidi energi dan kompensasi ke Banggar DPR RI.
Adapun tambahan anggaran subsidi energi yang diusulkan sebesar Rp74,9 triliun. Rinciannya, Rp71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG dan Rp3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun ini.
"Dukungan tambahan anggaran ini untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga yang signifikan, sehingga memang harus karena pilihannya hanya ada dua. Kalau tidak ada tambahan subsidi energi dan kompensasi, maka harga BBM dan listrik naik," kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Erick juga memastikan Kementerian BUMN bersama PT Pertamina dan PT PLN akan fokus menjaga ketersediaan energi hingga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Konflik Rusia-Ukraina menyebabkan harga minyak dunia melonjak lebih dari USD100 per barel, sementara asumsi dalam APBN di USD63 per barel. Karena itu, Sri Mulyani mengusulkan tambahan anggaran untuk subsidi energi dan kompensasi ke Banggar DPR RI.
Adapun tambahan anggaran subsidi energi yang diusulkan sebesar Rp74,9 triliun. Rinciannya, Rp71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG dan Rp3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun ini.
"Dukungan tambahan anggaran ini untuk melindungi masyarakat dari kenaikan harga yang signifikan, sehingga memang harus karena pilihannya hanya ada dua. Kalau tidak ada tambahan subsidi energi dan kompensasi, maka harga BBM dan listrik naik," kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Lihat Juga :