India Akan Batasi Ekspor Gula 10 Juta Ton, Kerek Harga di RI?
Kamis, 26 Mei 2022 - 14:00 WIB
India berencana untuk membatasi ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga domestik. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - India berencana untuk membatasi ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga domestik.
Di mana, India berpotensi membatasi ekspor musim ini pada 10 juta ton, sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters, Selasa waktu setempat. India adalah produsen gula terbesar di dunia dan eksportir terbesar kedua setelah Brasil.
Baca Juga: Indeks Harga Pangan Dunia Mulai Turun, FAO: Kabar Baik di Tengah Lonjakan Inflasi
Reuters pada Maret lalu melaporkan bahwa India berencana untuk membatasi ekspor gula untuk menjaga harga lokal dan memastikan pasokan yang stabil di pasar domestik. Produksi gula yang lebih rendah di Brasil dan harga minyak yang tinggi yang mendorong pabrik di sana untuk memproduksi lebih banyak etanol berbasis tebu telah mendorong kenaikan harga global.
Awalnya, India berencana untuk membatasi ekspor gula pada 8 juta ton, tetapi pemerintah kemudian memutuskan untuk mengizinkan pabrik untuk menjual lebih banyak gula di pasar dunia karena perkiraan produksi direvisi naik. Asosiasi Pabrik Gula India, badan produsen, merevisi perkiraan produksinya menjadi 35,5 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya 31 juta ton.
Pabrik-pabrik India sejauh ini telah menandatangani kontrak untuk mengekspor 8,5 juta ton gula pada tahun pemasaran 2021/22 saat ini tanpa subsidi pemerintah. Dari 8,5 juta ton yang dikontrak, pabrik telah mengirimkan sekitar 7,1 juta ton pemanis.
Di mana, India berpotensi membatasi ekspor musim ini pada 10 juta ton, sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters, Selasa waktu setempat. India adalah produsen gula terbesar di dunia dan eksportir terbesar kedua setelah Brasil.
Baca Juga: Indeks Harga Pangan Dunia Mulai Turun, FAO: Kabar Baik di Tengah Lonjakan Inflasi
Reuters pada Maret lalu melaporkan bahwa India berencana untuk membatasi ekspor gula untuk menjaga harga lokal dan memastikan pasokan yang stabil di pasar domestik. Produksi gula yang lebih rendah di Brasil dan harga minyak yang tinggi yang mendorong pabrik di sana untuk memproduksi lebih banyak etanol berbasis tebu telah mendorong kenaikan harga global.
Awalnya, India berencana untuk membatasi ekspor gula pada 8 juta ton, tetapi pemerintah kemudian memutuskan untuk mengizinkan pabrik untuk menjual lebih banyak gula di pasar dunia karena perkiraan produksi direvisi naik. Asosiasi Pabrik Gula India, badan produsen, merevisi perkiraan produksinya menjadi 35,5 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya 31 juta ton.
Pabrik-pabrik India sejauh ini telah menandatangani kontrak untuk mengekspor 8,5 juta ton gula pada tahun pemasaran 2021/22 saat ini tanpa subsidi pemerintah. Dari 8,5 juta ton yang dikontrak, pabrik telah mengirimkan sekitar 7,1 juta ton pemanis.
Lihat Juga :