Winter di Saham Startup Diramal Masih Lama, Para CEO Harus Bersiap
Jum'at, 27 Mei 2022 - 21:05 WIB
Bhima menambahkan, startup harus melakukan berbagai perombakan strategi jika ingin bertahan. Dia menekankan pentingnya mengevaluasi ulang target pasar ataupun mengubah model bisnis jika dinilai tidak memiliki prospek pasar yang kompetitif.
Baca juga: Terjadi Gelombang PHK, Ada Apa dengan Perusahaan Startup?
Selain itu, fokuskan pada inovasi layanan atau produk dan kolaborasi dengan pihak yang memang potensial. Bhima bilang, startup juga perlu menurunkan target pertumbuhan secara wajar atau organik.
“Prioritaskan tim manajerial yang solid dibandingkan hanya bertujuan mencari pendanaan tapi produk tidak laku di pasaran. Utamakan revenue stream dan kualitas cashflow karena hal itu yang dilirik oleh investor saat ini," saran dia.
Sebagai informasi, belakangan ini marak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah startup. Di antaranya SiCepat, e-commerce JD.ID, Zenius hingga platform perusahaan pelat merah LinkAja.
Baca juga: Terjadi Gelombang PHK, Ada Apa dengan Perusahaan Startup?
Selain itu, fokuskan pada inovasi layanan atau produk dan kolaborasi dengan pihak yang memang potensial. Bhima bilang, startup juga perlu menurunkan target pertumbuhan secara wajar atau organik.
“Prioritaskan tim manajerial yang solid dibandingkan hanya bertujuan mencari pendanaan tapi produk tidak laku di pasaran. Utamakan revenue stream dan kualitas cashflow karena hal itu yang dilirik oleh investor saat ini," saran dia.
Sebagai informasi, belakangan ini marak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah startup. Di antaranya SiCepat, e-commerce JD.ID, Zenius hingga platform perusahaan pelat merah LinkAja.
(ind)
Lihat Juga :