Lagi Hits, Ekspor Tanaman Hias Tembus Rp247 Miliar di 2021
Minggu, 29 Mei 2022 - 14:00 WIB
"Tanaman hias memang menjadi tren baru setelah pandemi yang membatasi pergerakan masyarakat di luar rumah. Namun lebih dari itu, tanaman hias memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan kehidupan manusia, mulai dari perbaikan kualitas udara hingga meningkatkan produktivitas kerja," jelasnya.
Ma'ruf mengungkapkan, salah satu primadona tanaman hias adalah Aglaonema yang telah menjadi daya tarik bagi para pencinta tanaman sehingga semakin banyak yang mengoleksi tanaman ini. Bahkan, permintaan akan tanaman Aglaonema di tanah air terus meningkat.
"Di tempat tinggal saya juga ditanami tanaman Aglaonema, salah satunya jenis Donakarmen. Saya dan istri saya selalu merawat tanaman tersebut dengan baik," katanya.
Indonesia, kata Ma'ruf, merupakan salah satu dari negara di Asia yang memiliki spesies Aglaonema yang bervariasi, serta penghasil Aglaonema hybrid yang berkualitas. Aglaonema sangat potensial untuk dikembangkan di dalam negeri, terlebih dengan dukungan iklim tropis di Indonesia.
"Namun disayangkan, sampai saat ini bibit Aglaonema yang jumlahnya ratusan ribu pohon masih diimpor dari luar negeri. Padahal potensi di dalam negeri sangat memungkinkan apabila ada upaya-upaya untuk mengembangkannya. Pemerintah berharap agar para petani Aglaonema ini dapat berkembang maju, sehingga kebutuhan setiap bulan, sekitar 600 ribu pohon, yang masih impor dapat kita penuhi," ungkapnya.
Ma'ruf mengungkapkan, salah satu primadona tanaman hias adalah Aglaonema yang telah menjadi daya tarik bagi para pencinta tanaman sehingga semakin banyak yang mengoleksi tanaman ini. Bahkan, permintaan akan tanaman Aglaonema di tanah air terus meningkat.
"Di tempat tinggal saya juga ditanami tanaman Aglaonema, salah satunya jenis Donakarmen. Saya dan istri saya selalu merawat tanaman tersebut dengan baik," katanya.
Indonesia, kata Ma'ruf, merupakan salah satu dari negara di Asia yang memiliki spesies Aglaonema yang bervariasi, serta penghasil Aglaonema hybrid yang berkualitas. Aglaonema sangat potensial untuk dikembangkan di dalam negeri, terlebih dengan dukungan iklim tropis di Indonesia.
"Namun disayangkan, sampai saat ini bibit Aglaonema yang jumlahnya ratusan ribu pohon masih diimpor dari luar negeri. Padahal potensi di dalam negeri sangat memungkinkan apabila ada upaya-upaya untuk mengembangkannya. Pemerintah berharap agar para petani Aglaonema ini dapat berkembang maju, sehingga kebutuhan setiap bulan, sekitar 600 ribu pohon, yang masih impor dapat kita penuhi," ungkapnya.
Lihat Juga :