Peluang Industri Asuransi dan Dana Pensiun Masih Terbuka Lebar
Selasa, 31 Mei 2022 - 19:09 WIB
“Di era digitalisasi, dan dengan perubahan momentum dan lanskap selama pandemi Covid-19, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengoptimalkan peran industri asuransi dan dana pensiun. Ditambah, ruang tumbuh untuk industri asuransi dan dana pensiun terbilang masih cukup besar. Kami berharap setidaknya bisa mencapai target seperti apa yang sudah dicapai Malaysia,” kata Airlangga pada acara IFG International Conference 2022, dikutip Selasa (31/5/2022).
Baca juga: Aset Keuangan Didominasi Perbankan, Perlu Penguatan Industri Asuransi dan Dana Pensiun
Senada, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, industri asuransi dan dana pensiun sangat relevan di masa sekarang, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19.
Selain itu, dengan adanya disrupsi teknologi di masa digitalisasi saat ini, dibutuhkan adanya upaya merancang ulang industri keuangan Indonesia.
Upaya tersebut dapat melalui beberapa cara. Pertama, meningkatkan akses keuangan inklusif sesuai kebutuhan masyarakat melalui teknologi digital.
Kedua, pengoptimalan investasi di sektor asuransi dan dana pensiun sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang potensial.
Ketiga, meningkatkan daya saing dan efisiensi keuangan melalui inovasi. Keempat, pengembangan industri dan penguatan kebijakan Keuangan.
Baca juga: Aset Keuangan Didominasi Perbankan, Perlu Penguatan Industri Asuransi dan Dana Pensiun
Senada, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, industri asuransi dan dana pensiun sangat relevan di masa sekarang, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19.
Selain itu, dengan adanya disrupsi teknologi di masa digitalisasi saat ini, dibutuhkan adanya upaya merancang ulang industri keuangan Indonesia.
Upaya tersebut dapat melalui beberapa cara. Pertama, meningkatkan akses keuangan inklusif sesuai kebutuhan masyarakat melalui teknologi digital.
Kedua, pengoptimalan investasi di sektor asuransi dan dana pensiun sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang potensial.
Ketiga, meningkatkan daya saing dan efisiensi keuangan melalui inovasi. Keempat, pengembangan industri dan penguatan kebijakan Keuangan.
Lihat Juga :