Peluang Industri Asuransi dan Dana Pensiun Masih Terbuka Lebar
Selasa, 31 Mei 2022 - 19:09 WIB
Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan secara virtual pada IFG International Conference 2022, Senin (30/5/2022). Foto/Ist
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat sektor jasa keuangan non bank di Indonesia masih kurang berkembang. Salah satu indikasinya adalah kontribusi industri asuransi dan dana pensiun (Dapen) terhadap perekonomian yang masih sangat rendah.
Padahal, kata Airlangga, Indonesia sejatinya memiliki potensi perekonomian yang cukup besar, seiring dengan jumlah populasi penduduk yang besar dan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) nominal yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Meski begitu, peluang untuk mengembangkan industri tersebut masih sangat terbuka lebar. Sehingga diperlukan upaya untuk mempercepat pemanfaatan potensi tersebut melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Airlangga, total industri asuransi dan dana pensiun di Indonesia pada 2020 masih kurang dari 20% dari PDB.
Baca juga: Cegah Korupsi Terulang, Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dana Pensiun BUMN
Indonesia relatif masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, yang industri asuransi dan dana pensiunnya masing-masing menyumbang 60-85% dari PDB.
Padahal, kata Airlangga, Indonesia sejatinya memiliki potensi perekonomian yang cukup besar, seiring dengan jumlah populasi penduduk yang besar dan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) nominal yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Meski begitu, peluang untuk mengembangkan industri tersebut masih sangat terbuka lebar. Sehingga diperlukan upaya untuk mempercepat pemanfaatan potensi tersebut melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Airlangga, total industri asuransi dan dana pensiun di Indonesia pada 2020 masih kurang dari 20% dari PDB.
Baca juga: Cegah Korupsi Terulang, Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dana Pensiun BUMN
Indonesia relatif masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, yang industri asuransi dan dana pensiunnya masing-masing menyumbang 60-85% dari PDB.
Lihat Juga :