Saatnya Pengadaan Barang dan Jasa Tak Melulu Memikirkan Cuan

Jum'at, 03 Juni 2022 - 14:11 WIB
Pengadaan berkelanjutan harus dipahami semua pihak. Foto/Ilustrasi/procurious.com
JAKARTA - Stakeholder terkait dan masyarakat luas perlu semakin diperkenalkan dengan pengadaan barang/jasa pemerintah dan usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) mengenai konsep sustainable procurement (pengadaan berkelanjutan). Tujuannya membantu pemerintah untuk kembali menghidupkan dan memajukan industri pengadaan barang dan jasa serta UMKM yang terdampak selama masa pandemi.

Baca juga: Jokowi Marah! Tempat Tidur RS, Traktor hingga Seragam TNI-Polri Masih Impor



Pemikiran itu mengemuka saat penyelenggaran Indonesia Sustainable Procurement Expo (ISPE) 2022 yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Bali, mulai kemarin hingga hari ini (2-3 Juni 2022).

ISPE 2022 merujuk pada sebuah inisiatif global yang dimotori oleh PBB dalam dekade terakhir yaitu Sustainable Development Goals (SDG) 2030 untuk menghilangkan kemiskinan, menjamin kesetaraan dan mengurangi efek dari pemanasan global untuk melindungi pemenuhan kebutuhan untuk generasi mendatang. Untuk mewujudkannya, maka setiap negara harus memiliki program pengadaan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!