Peluang! Pertamina Beri Modal Kerja bagi UMKM dan Pesantren Bangun Pertashop
Selasa, 07 Juni 2022 - 08:41 WIB
Mengenai kriteria calon penerima bantuan, disesuaikan dengan kriteria dan ketentuan mitra Pertashop serta memenuhi syarat sesuai Permen BUMN No. PER-05/MBU/04/2021 Tahun 2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN dan Peraturan Pemerintah (PP) No 7/2021 tentang Koperasi.
Mitra binaan akan mendapatkan pagu anggaran sebesar maksimal Rp250 juta. Untuk mendapatkan bantuan itu, calon mitra binaan harus memiliki agunan yang diutamakan berupa aset tetap dengan minimal nilai agunan satu kali nilai pinjaman yang diajukan.
Program tersebut mendapat sambutan positif di kalangan masyarakat. Ustadz Anas Yudiarso misalnya, Juru bicara Pertashop Pondok Pesantren Assalam, Kutai Barat, Kalimantan Timur ini menjelaskan pesantren tertarik mengembangkan bisnis penyaluran BBM karena di wilayah Barong Tongkok dan sekitarnya baru ada satu buah Pertashop.
"Masyarakat yang membutuhkan BBM setiap hari antre di SPBU dan Agen Minyak Premium dan Solar (APMS) dan mereka sering kehabisan," tuturnya, Selasa (7/6/2022).
Anas mengaku pesantren memilih sumber pendanaan dari Pertamina karena merupakan pinjaman lunak dengan persyaratannya yang tidak rumit. "Persyaratannya lebih mudah atau bunganya lebih ringan dibandingkan dari bank," ujarnya.
Dia mengatakan, pesantren mengajukan pinjaman modal secara online. Waktu yang dibutuhkan dari pengajuan hingga persetujuan pendanaan disetujui berkisar 4 bulan. Ponpes Assalam mendapatkan pinjaman sebesar Rp250 juta pada awal Februari 2022.
Saat ini, imbuh dia, Pertashop belum beroperasi karena masih dalam proses pembangunan. Apabila bisnis ini menguntungkan, katanya, pesantren berencana membangun Pertashop di tempat lain.
Mitra binaan akan mendapatkan pagu anggaran sebesar maksimal Rp250 juta. Untuk mendapatkan bantuan itu, calon mitra binaan harus memiliki agunan yang diutamakan berupa aset tetap dengan minimal nilai agunan satu kali nilai pinjaman yang diajukan.
Program tersebut mendapat sambutan positif di kalangan masyarakat. Ustadz Anas Yudiarso misalnya, Juru bicara Pertashop Pondok Pesantren Assalam, Kutai Barat, Kalimantan Timur ini menjelaskan pesantren tertarik mengembangkan bisnis penyaluran BBM karena di wilayah Barong Tongkok dan sekitarnya baru ada satu buah Pertashop.
"Masyarakat yang membutuhkan BBM setiap hari antre di SPBU dan Agen Minyak Premium dan Solar (APMS) dan mereka sering kehabisan," tuturnya, Selasa (7/6/2022).
Anas mengaku pesantren memilih sumber pendanaan dari Pertamina karena merupakan pinjaman lunak dengan persyaratannya yang tidak rumit. "Persyaratannya lebih mudah atau bunganya lebih ringan dibandingkan dari bank," ujarnya.
Dia mengatakan, pesantren mengajukan pinjaman modal secara online. Waktu yang dibutuhkan dari pengajuan hingga persetujuan pendanaan disetujui berkisar 4 bulan. Ponpes Assalam mendapatkan pinjaman sebesar Rp250 juta pada awal Februari 2022.
Saat ini, imbuh dia, Pertashop belum beroperasi karena masih dalam proses pembangunan. Apabila bisnis ini menguntungkan, katanya, pesantren berencana membangun Pertashop di tempat lain.
Lihat Juga :