Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
Selasa, 07 Juni 2022 - 17:31 WIB
"Angka LDR ini artinya kredit yang disalurkan jauh lebih tinggi daripada dana yang dihimpun. Tapi ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi kami bagaimana terus secara masif meningkatkan akses masyarakat untuk menempatkan dana di bank," jelas Darwisman, Selasa (7/6/2022).
Untuk Non Performing Loan (NPL) perbankan Sulsel, Darwisman mengatakan masih tetap terkendali karena berada di bawah ambang batas 5 persen, yaitu sebesar 3,57 persen.
"NPL masih aman di bawah ambang batas 5 persen. Tugas kami untuk menjaga ini agar tren NPL tidak meningkat walaupun di tengah kondisi ekonomi sulit. Ini adalah tugas berat kami," katanya.
Lanjut Darwisman, jika dilihat dari portofolio kredit, ada lima sektor dengan kucuran kredit terbesar di Sulsel, yaitu Perdagangan Besar dan Eceran (Rp25,46 triliun), disusul sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan (Rp9,31 triliun).
Selanjutnya, sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (Rp3,43 triliun), sektor Konstruksi (Rp4,76 triliun), serta Industri Pengolahan (Rp5,29 triliun).
Untuk Non Performing Loan (NPL) perbankan Sulsel, Darwisman mengatakan masih tetap terkendali karena berada di bawah ambang batas 5 persen, yaitu sebesar 3,57 persen.
"NPL masih aman di bawah ambang batas 5 persen. Tugas kami untuk menjaga ini agar tren NPL tidak meningkat walaupun di tengah kondisi ekonomi sulit. Ini adalah tugas berat kami," katanya.
Lanjut Darwisman, jika dilihat dari portofolio kredit, ada lima sektor dengan kucuran kredit terbesar di Sulsel, yaitu Perdagangan Besar dan Eceran (Rp25,46 triliun), disusul sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan (Rp9,31 triliun).
Selanjutnya, sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (Rp3,43 triliun), sektor Konstruksi (Rp4,76 triliun), serta Industri Pengolahan (Rp5,29 triliun).
Lihat Juga :