Di Webinar Partai Perindo, Peneliti Indef Ungkap Pemicu Startup di Indonesia Berangsur Bangkrut

Jum'at, 10 Juni 2022 - 17:55 WIB
"Indonesia cuma kalah dari Amerika, India, UK dan Kanada. China hanya punya 618 startup," ungkapnya.

Dikatakannya pada 2021 terjadi kenaikan yang cukup tajam dalam investasi ke startup digital Indonesia dari perusahaan modal ventura atau venture capital company di luar negeri.

"Tahun 2021, investasi startup mencapai puncaknya dengan Rp144,06 triliun atau naik hingga 195%," ungkapnya.

Akan tetapi memasuki tahun ini, beberapa startup mulai bertumbangan. Padahal, di masa pandemi Covid-19 begitu banyak masyarakat Indonesia yang mengandalkan digital online untuk belanja dan melakukan transaksi.

Pemicunya, suntikan dana dari luar negeri mulai menipis dan investor selektif dalam mencairkan fulus ke startup.

"Namun pada tahun 2022, tampaknya terjadi penurunan investasi dan hingga tengah tahun investasi ke startup Indonesia belum mencapai 50% dari tahun lalu," ucap Huda.

Ketika terjadi penurunan investasi karena adanya seleksi yang ketat dalam pendanaan dari luar negeri, startup di Indonesia malah jorjoran melakukan ekspansi pasarnya dan merekrut karyawan secara besar-besaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!