Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Rabu, 24 Juni 2020 - 11:07 WIB
Selanjutnya dia menilai, juga dibutuhkan pengaturan untuk sektor hilir seperti standardisasi baja. Ini penting bagi pelaku UKM yang menghasilkan produk seperti baja ringan. Standardisasi menurutnya harus dilakukan karena negara lain juga melindungi pasar domestik mereka. Selain itu, perlindungan konsumen juga turut membutuhkan aturan SNI. (Baca: Tentara Suriah Ditagkap karena Melamar Putri Presiden Assad)
"Pemerintah jangan meremehkan pelaku UKM dan perlindungan konsumen. Soal standardisasi baja harus segera diwujudkan sehingga kualitasnya terjaga," katanya.
Berikutnya dia juga mengaku pada kuartal II/2020 ini, dampak Covid-19 sudah terasa dibandingkan kuartal I. Menurut dia, ada beberapa faktor seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah berdampak pada terganggunya distribusi barang. Kemudian beberapa industri juga sudah mulai berhenti beroperasi. Karena produk baja bukan hanya untuk proyek infrastruktur, melainkan juga bergantung pada industri lainnya.
"Baja itu mother of industry yang sangat bergantung pada kondisi industri lainnya. Seperti automotif, baja ringan, atap termasuk juga galangan kapal, minyak, dan gas," jelasnya. (Lihat videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Namun beruntung beberapa anak usaha dari Krakatau Steel berhasil memberikan kontribusi yang cukup besar. Dengan demikian, kinerja keuangan perseroan tidak jatuh terlalu dalam.
"Pemerintah jangan meremehkan pelaku UKM dan perlindungan konsumen. Soal standardisasi baja harus segera diwujudkan sehingga kualitasnya terjaga," katanya.
Berikutnya dia juga mengaku pada kuartal II/2020 ini, dampak Covid-19 sudah terasa dibandingkan kuartal I. Menurut dia, ada beberapa faktor seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah berdampak pada terganggunya distribusi barang. Kemudian beberapa industri juga sudah mulai berhenti beroperasi. Karena produk baja bukan hanya untuk proyek infrastruktur, melainkan juga bergantung pada industri lainnya.
"Baja itu mother of industry yang sangat bergantung pada kondisi industri lainnya. Seperti automotif, baja ringan, atap termasuk juga galangan kapal, minyak, dan gas," jelasnya. (Lihat videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Namun beruntung beberapa anak usaha dari Krakatau Steel berhasil memberikan kontribusi yang cukup besar. Dengan demikian, kinerja keuangan perseroan tidak jatuh terlalu dalam.
Lihat Juga :