Bangun Rumah Produksi Komunitas, Pegadaian Dorong Perkembangan Industri Rumah Tangga
Senin, 13 Juni 2022 - 17:38 WIB
Pegadaian terus aktif mendorong pelaku usaha super mikro untuk naik kelas. Selain melalui pendanaan dengan Kredit Usaha Rakyat Syariah, Pegadaian membangun Rumah Produksi Komunitas (RPK).
YOGYAKARTA - PT Pegadaian terus aktif mendorong pelaku usaha super mikro untuk naik kelas. Selain melalui pendanaan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, Pegadaian juga membangun Rumah Produksi Komunitas (RPK). Salah satu RPK yang saat ini sudah mulai aktif berada di Kampung Mataraman, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada PT Pegadaian atas peran aktifnya dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa, khususnya dengan membangun RPK.
“Selama ini, ibu-ibu rumah tangga sudah mempunyai aktivitas produksi berbagai jenis makanan kecil yang tersebar di beberapa kampung. Kendala yang dihadapi untuk pengembangan bisnisnya seperti soal perizinan, mereka kesulitan karena persoalan domisili usaha yang tidak terpusat. Oleh karena itu kehadiran RPK ini menjadi solusi bagi mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut Wahyudi mengatakan bahwa Juli 2022 ini, hasil produksi industri rumah tangga ini akan dipasarkan di salah satu supermarket besar, baik yang berada di pulau Jawa maupun luar Jawa. Untuk mempersiapkan hal tersebut para pelaku industri rumah tangga tersebut memanfaatkan RPK untuk melakukan pelatihan pengemasan (packaging) produk, manajemen, maupun pemasaran.
Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih kepada PT Pegadaian atas peran aktifnya dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa, khususnya dengan membangun RPK.
“Selama ini, ibu-ibu rumah tangga sudah mempunyai aktivitas produksi berbagai jenis makanan kecil yang tersebar di beberapa kampung. Kendala yang dihadapi untuk pengembangan bisnisnya seperti soal perizinan, mereka kesulitan karena persoalan domisili usaha yang tidak terpusat. Oleh karena itu kehadiran RPK ini menjadi solusi bagi mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut Wahyudi mengatakan bahwa Juli 2022 ini, hasil produksi industri rumah tangga ini akan dipasarkan di salah satu supermarket besar, baik yang berada di pulau Jawa maupun luar Jawa. Untuk mempersiapkan hal tersebut para pelaku industri rumah tangga tersebut memanfaatkan RPK untuk melakukan pelatihan pengemasan (packaging) produk, manajemen, maupun pemasaran.
Lihat Juga :