Petani dan Penyuluh Manokwari Canangkan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II

Rabu, 24 Juni 2020 - 14:29 WIB
Dominggus juga mengimbau petani dan penyuluh yang telah mencurahkan waktu dan tenaga menanam padi, untuk tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo memaparkan, Luas tanam Distrik Prafi 822,5 ha sedangkan Distrik Masni yang sudah dua tahun tidak menanam. “Namun awal Juni sudah dibuka irigasi sehingga dapat menanam seluas 526 ha,” tuturnya.

Bantuan benih juga telah diberikan untuk petani di Distrik Prafi, selain itu bantuan benih untuk 147 ha berasal dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Papua Barat. Varietas yang ditanam beragam antara lain Impari 32 ataupun mekongga. “Varietas padi didasarkan oleh pertimbangan BPTP Papua Barat untuk varietas yang cocok dan tahan hama,” sebut Kukuh.

Musim Tanam I menghasilkan produksi di Prafi Mulya sebanyak 3,5 ton. Kukuh mengilustrasikan kalau dipertanian itu seperti tentara, harus cepat dan tepat. Begitu tidak cepat akan terlambat, begitu tidak tepat produksi tidak akan optimal.

Sementara Bupati Manokwari, Edi Budoyo merinci, modal usaha, benih unggul, alat mekanisasi, pupuk dan obat-obattan pemberantas hama, harga jual, irigasi menjadi hal penting untuk meningkatkan produktifitas. Penghargaan kepada Bank Indonesia yang selalu mendampingi petani di Manokwari pun diberikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Klasterisasi cape, pertanian organik, pengolahan kripik sukun, pembuatan laboratorium mini membuat Bupati Manokwari merasa pantas untuk memberikan penghargaan. Rangkaian kegiatan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II ditutup dengan terjun langsungnya Gubernur Papua Barat ke lahan pertanian. Tanpa mengenakan alas kaki dengan lihai Dominggus menanam padi dengan alat transplanter. (ez)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!