Petani dan Penyuluh Manokwari Canangkan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II

Rabu, 24 Juni 2020 - 14:29 WIB
loading...
Petani dan Penyuluh...
Semangat petani dan penyuluh di Papua Barat tidak luntur saat pandemi Covid-19, untuk terus menanam padi dengan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II. Foto/Dok
A A A
MANOKWARI - Semangat petani dan penyuluh di Papua Barat tidak luntur saat pandemi Covid-19, untuk terus menanam padi. Gubernur Papua Barat Domingus Mandacan pun mengapresiasi kinerja petani dan penyuluh Papua Barat dalam menjaga stok pangan.

Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menerangkan, petani dan penyuluh merupakan garda terdepan dalam sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan. “Dalam kondisi seperti ini, kita harus memastikan ketahanan pangan terpenuhi. Dan itu menjadi tugas petani dan penyuluh. Merekalah garda terdepan yang membuat pangan tetap terjaga,” tutur Mentan SYL.

(Baca Juga: Anggaran Dipangkas, Kementan Konsisten Jaga Ketahanan Pangan )

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengungkapkan, dalam kondisi seperti ini penyuluh dan petani harus terus turun ke lapangan. “Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh terganggu. Pertanian tidak boleh bersoal. Karena pertanian memiliki tugas untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” tutur Dedi Nursyamsi.

Sementara Gubernur Papua Barat Domingus Mandacan mengutarakan, Kementan dijalankan para petani di Distrik Prafi, Manokwari, dengan melakukan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II. “Kalau hasil panen padi belum laku, kasih ke Provinsi. Jangan bawa beras ke pasar-pasar,”. Pernyataan tersebut menjadi bentuk apresiasi Gubernur Papua Barat dengan membeli semua hasil panen petani.

(Baca Juga: Mentan Tegaskan Komitmen Jaga Target Produksi Pangan )

Dominggus juga mengimbau petani dan penyuluh yang telah mencurahkan waktu dan tenaga menanam padi, untuk tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo memaparkan, Luas tanam Distrik Prafi 822,5 ha sedangkan Distrik Masni yang sudah dua tahun tidak menanam. “Namun awal Juni sudah dibuka irigasi sehingga dapat menanam seluas 526 ha,” tuturnya.

Bantuan benih juga telah diberikan untuk petani di Distrik Prafi, selain itu bantuan benih untuk 147 ha berasal dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Papua Barat. Varietas yang ditanam beragam antara lain Impari 32 ataupun mekongga. “Varietas padi didasarkan oleh pertimbangan BPTP Papua Barat untuk varietas yang cocok dan tahan hama,” sebut Kukuh.

Musim Tanam I menghasilkan produksi di Prafi Mulya sebanyak 3,5 ton. Kukuh mengilustrasikan kalau dipertanian itu seperti tentara, harus cepat dan tepat. Begitu tidak cepat akan terlambat, begitu tidak tepat produksi tidak akan optimal.

Sementara Bupati Manokwari, Edi Budoyo merinci, modal usaha, benih unggul, alat mekanisasi, pupuk dan obat-obattan pemberantas hama, harga jual, irigasi menjadi hal penting untuk meningkatkan produktifitas. Penghargaan kepada Bank Indonesia yang selalu mendampingi petani di Manokwari pun diberikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Klasterisasi cape, pertanian organik, pengolahan kripik sukun, pembuatan laboratorium mini membuat Bupati Manokwari merasa pantas untuk memberikan penghargaan. Rangkaian kegiatan Pencanangan Tanam Padi Sawah Musim Tanam II ditutup dengan terjun langsungnya Gubernur Papua Barat ke lahan pertanian. Tanpa mengenakan alas kaki dengan lihai Dominggus menanam padi dengan alat transplanter. (ez)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved