Insurtech Permudah Nasabah Beli Produk Asuransi Secara Online

Jum'at, 17 Juni 2022 - 12:12 WIB
Kurangnya cakupan asuransi, jelas dipertaruhkan mengingat industri yang semakin matang dan mengejar negara tetangga di ASEAN. Sebagai catatan, penetrasi asuransi di Indonesia baru berkisar di angka 3% pada 2021.

CEO of Roojai Indonesia Mathieu Guiraud mengatakan, penyakit kritis merupakan kondisi serius yang membutuhkan biaya besar, sehigga nasabah seringkali mengeluarkan biaya sendiri. Hal ini seringkali menyebabkan penurunan kemampuan pengidapnya dalam bekerja secara profesional.

“Oleh karena itu, kami percaya bahwa asuransi penyakit kritis dapat menjadi langkah awal untuk memberikan perlindungan dari skenario yang tidak diinginkan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya, dikutip Jumat (17/6/2022).

Adapun pendekatan yang dilakukan Roojai adalah dengan menawarkan modular cover yang mudah dipahami, di mana nasabah akan diberi santunan tunai yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Contohnya untuk membayar tagihan medis atau menggantikan pemasukan yang hilang selama masa pemulihan.

“Visi kami adalah mendampingi masyarakat Indonesia selangkah demi selangkah menuju situasi keuangan yang lebih aman,” ucapnya.

Baca juga: Ruben Onsu Sebut Sarwendah Mengidap Penyakit Langka di Batang Otak

Melalui asuransi Penyakit Kritis Roojai, sambung Mathieu, nasabah dapat mengajukan klaim meskipun biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh asuransi lain atau BPJS (double claim).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!