Diancam Resesi, Harga Minyak Dunia Mulai Tunduk

Senin, 20 Juni 2022 - 10:49 WIB
"Jika Washington tetap dalam kebijakannya saat ini, cadangan strategis AS akan mencapai level terendah selama 40 tahun mecapai 358 juta barel pada Oktober mendatang," kata ANZ.

Di tengah keraguan analis, produksi minyak dan gas AS justru dilaporkan meningkat. Data perusahaan jasa energi Baker Hughes Co melaporkan jumlah rig minyak dan gas, sebuah indikator awal untul melihat produksi di masa depan, naik sebanyak tujuh unit menjadi 740 per 17 Juni, tertinggi sejak Maret 2020.

Di Libya, produksi minyak tetap masih bergejolak menyusul krisis politik domestik. Menteri Perminyakan Libya Mohamed Oun mengatakan bahwa total produksi negara itu sekitar 700.000 barel per hari (bph). Pekan lalu, produksi minyak Libya berada pada 100.000-150.000 barel per hari.

Baca juga: Heboh Kecurangan UTBK 2022, LTMPT Tegaskan Tak Ada Kebocoran Soal Hingga Siapkan Sanksi Tegas

Dari daratan Asia, nilai ekspor produk minyak dari China dilaporkan terus menurun, mengingat kebijakan pembatasan baru akibat Covid-19 yang dikhawatirkan mengganggu konsumsi minyak. Ekspor bensin di negara itu pada Mei 2022 turun 45,5% yoy dan ekspor solar anjlok 92,7% yoy. Data bea cukai China menunjukkan berkurangnya permintaan domestik juga sejalan dengan pengurangan kuota ekspor perusahaan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!