Berkat Program Makmur, Pendapatan Petani Tebu Kediri Naik Jadi Rp46,5 Juta per Hektare

Jum'at, 01 Juli 2022 - 16:30 WIB
Program Makmur mampu mendongkrak pendapatan petani tebu. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut program Makmur berhasil meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani tebu di Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal dalam acara panen dan tanam tebu Bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: Catat! BPN dan Kemendag Tetapkan Harga Beli Gula Kristal Putih Rp11.500 per Kg



“Hasil produktivitas tebu naik dari 116,5 ton menjadi 159,7 ton per hektare atau sekitar 37%. Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang naik dari Rp25,8 juta menjadi Rp46,5 juta per hektare di lahan Kecamatan Ngadiluwih ini,” ungkap Gusrizal.

Lebih lanjut Gusrizal menyebutkan bahwa pada tahun 2022 Pupuk Indonesia memiliki target program Makmur pada lahan seluas 250.000 hektare untuk semua komoditas. Hingga Mei 2022, program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 140.108 hektare dengan jumlah petani yang mengikutinya sebanyak 66.474 orang.

Melalui anak usahanya, yaitu PT Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia turut mendukung peningkatan produktivitas tebu. Komitmen ini diwujudkan dengan memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi di tingkat distributor dan kios. Selain pupuk, Pupuk Indonesia juga turut mengawal budidaya pertanian pada 31.000 hektare lahan tebu milik PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!