Pekerja Kilang di Norwegia Mogok Kerja, Harga Minyak Mentah Sentuh USD114,14/Barel
Selasa, 05 Juli 2022 - 11:33 WIB
Secara umum, prospek permintaan juga masih mengkhawatirkan pasar seiring adanya pengetatan dalam kebijakan keuangan global. Di Amerika Serikat (AS), Federal Reserve AS berjanji akan menahan lonjakan inflasi dengan kenaikan suku bunga agresif.
Dari daratan Asia Pasifik, kenaikan suku bunga juga membayangi harga migas di Australia, dan Korea Selatan. Diketahui, otoritas kedua negara dikabarkan akan fokus untuk menekan gejolak inflasi.
Di Negeri Ginseng -julukan Korea-, inflasi pada bulan Juni mencapai level tertinggi hampir 24 tahun, menambah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.
"Minyak masih berjuang untuk keluar dari kekhawatiran resesi saat ini karena pasar beralih dari inflasi ke keputusasaan ekonomi," ujar Stephen Innes dari SPI Asset Management.
Dari daratan Asia Pasifik, kenaikan suku bunga juga membayangi harga migas di Australia, dan Korea Selatan. Diketahui, otoritas kedua negara dikabarkan akan fokus untuk menekan gejolak inflasi.
Di Negeri Ginseng -julukan Korea-, inflasi pada bulan Juni mencapai level tertinggi hampir 24 tahun, menambah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.
"Minyak masih berjuang untuk keluar dari kekhawatiran resesi saat ini karena pasar beralih dari inflasi ke keputusasaan ekonomi," ujar Stephen Innes dari SPI Asset Management.
(akr)
Lihat Juga :