Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp16.000, Waspadai Orang Kaya Buang Dolar AS

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:40 WIB
Bhima mengatakan selain itu ada kencenderungan ditengah volatilitas nilai tukar pelaku usaha ekspor tidak mengkonversi valas dari penerimaan ekspor. "Akibatnya DHE yang masih berbentuk valas semakin naik tentu ini makin berdampak ke pelemahan rupiah," tuturnya.

Dengan demikian, rupiah secara psikologis berisiko melemah ke level Rp15.500 hingga Rp16.000 dalam waktu dekat. Tekanan akan terus berlanjut dan tergantung dari respon kebijakan moneter.

Baca Juga: Demi Miliki Uang Kuno Langka, Kolektor Ini Habiskan Miliaran Rupiah

"Pelemahan kurs dikhawatirkan memicu imported inflation atau kenaikan biaya impor terutama pangan. Sejauh ini imported inflation belum dirasakan karena produsen masih menahan harga ditingkat konsumen. Tapi ketika beban biaya impor sudah naik signifikan akibat selisih kurs maka imbasnya ke konsumen juga," bebernya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!