Ini Sederet Masalah Dunia, dari Utang hingga Ancaman Kenaikan Harga
Jum'at, 08 Juli 2022 - 11:01 WIB
"Saya sebagai dosen, dan juga hadirin disini banyak dosen, saya yakin 5 tahun lalu dalam mengajar ekonomi makro tidak ada yang menyebutkan sektor kesehatan, atau terkait virus. Dua tahun terakhir kita dikagetkan dengan bagaimana kondisi ekonomi bisa sangat terpengaruh oleh sektor kesehatan, kalau sektor kesehatannya tidak siap, adanya virus yang belum ada obatnya, belum ada vaksinnya, membuat kegiatan ekonomi berhenti begitu saja," ungkap Suahasil.
Dengan berhentinya kegiatan ekonomi, berhenti juga konsumsi, investasi, ekspor, dan impor. Yang mendorong pertumbuhan ekonomi selanjutnya di situasi tersebut adalah pengeluaran pemerintah, dimana belanja dinaikkan.
"Salah satu agenda utama Indonesia dalam G20 adalah membuat mekanisme kesiap-siagaan di tingkat dunia. Saya enggak bicara hanya di Indonesia saja, tapi juga di tingkat dunia mengenai hubungan antara ekonomi dan kesehatan," tambahnya.
Suahasil mengatakan, bahwa ini disiapkan dalam bentuk entitas yang sedang digodok di tingkat dunia, yang akan diwadahi nantinya oleh World Bank. Kemudian, agenda selanjutnya adalah sebuah isu lama, yaitu perpajakan internasional.
"Ini isu lama yang bergulir sejak masa lalu, bagaimana mendorong perpajakan internasional yang lebih fair untuk seluruh dunia, dan juga tentang agenda keempat, tentang transition finance, ekonomi hijau," ucapnya.
Ketika berbicara mengenai ekonomi hijau, tidak hanya berbicara mengenai "hijau"nya saja, tetapi bagaimana bertransisi menuju kehijauan tersebut, karena Indonesia memulainya dari 0.
"Memulai dari isu pembangkit listrik batu bara yang sudah dimiliki, tetapi terkait isunya, bukan hanya membangun "green", tetapi bagaimana membangun renewable dan juga mengurus batu bara yang sudah ada, bagaimana mengurus pembangkit listrik batu bara yang kita miliki," terangnya.
Dengan berhentinya kegiatan ekonomi, berhenti juga konsumsi, investasi, ekspor, dan impor. Yang mendorong pertumbuhan ekonomi selanjutnya di situasi tersebut adalah pengeluaran pemerintah, dimana belanja dinaikkan.
"Salah satu agenda utama Indonesia dalam G20 adalah membuat mekanisme kesiap-siagaan di tingkat dunia. Saya enggak bicara hanya di Indonesia saja, tapi juga di tingkat dunia mengenai hubungan antara ekonomi dan kesehatan," tambahnya.
Suahasil mengatakan, bahwa ini disiapkan dalam bentuk entitas yang sedang digodok di tingkat dunia, yang akan diwadahi nantinya oleh World Bank. Kemudian, agenda selanjutnya adalah sebuah isu lama, yaitu perpajakan internasional.
"Ini isu lama yang bergulir sejak masa lalu, bagaimana mendorong perpajakan internasional yang lebih fair untuk seluruh dunia, dan juga tentang agenda keempat, tentang transition finance, ekonomi hijau," ucapnya.
Ketika berbicara mengenai ekonomi hijau, tidak hanya berbicara mengenai "hijau"nya saja, tetapi bagaimana bertransisi menuju kehijauan tersebut, karena Indonesia memulainya dari 0.
"Memulai dari isu pembangkit listrik batu bara yang sudah dimiliki, tetapi terkait isunya, bukan hanya membangun "green", tetapi bagaimana membangun renewable dan juga mengurus batu bara yang sudah ada, bagaimana mengurus pembangkit listrik batu bara yang kita miliki," terangnya.
Lihat Juga :