Membuka Pasar IKM Logam Otomotif di Tengah Pandemi Covid-19
Jum'at, 26 Juni 2020 - 10:47 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan salah satu sektor yang dipacu adalah IKM logam yang memproduksi berbagai komponen otomotif. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) agar bisa tetap menjalankan usahanya di tengah dampak pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan salah satu sektor yang dipacu adalah IKM logam yang memproduksi berbagai komponen otomotif.
“Di masa pandemi ini, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang telah menjadi mitra Agen Pemegang Merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2 mengalami penurunan omzet hingga 90% dikarenakan APM sempat berhenti beroperasi beberapa waktu lalu,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (26/6/2020).
Kata dia, untuk dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan usaha para pelaku IKM, menurut Dirjen IKMA, pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap peluang pasar yang ada.
“Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif, kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar,” ungkapnya.
(Baca Juga: Pasar Automotif Baru Pulih Tahun Depan )
Bagai gayung bersambut, melalui kegiatan “perjodohan” tersebut, substitusi impor yang tengah dilakukan PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemi ini menjadi harapan baik bagi pelaku IKM di sentra logam Tegal. SASS merupakan salah satu perusahan manufaktur otomotif yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun aftermarket.
“Di masa pandemi ini, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang telah menjadi mitra Agen Pemegang Merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2 mengalami penurunan omzet hingga 90% dikarenakan APM sempat berhenti beroperasi beberapa waktu lalu,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (26/6/2020).
Kata dia, untuk dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan usaha para pelaku IKM, menurut Dirjen IKMA, pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap peluang pasar yang ada.
“Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif, kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar,” ungkapnya.
(Baca Juga: Pasar Automotif Baru Pulih Tahun Depan )
Bagai gayung bersambut, melalui kegiatan “perjodohan” tersebut, substitusi impor yang tengah dilakukan PT. Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemi ini menjadi harapan baik bagi pelaku IKM di sentra logam Tegal. SASS merupakan salah satu perusahan manufaktur otomotif yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun aftermarket.
Lihat Juga :