Suku Bunga Ditahan, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.036 per Dolar AS
Kamis, 21 Juli 2022 - 20:18 WIB
Irman memperkirakan bahwa rupiah masih akan melanjutkan tren pelemahannya hingga akhir bulan ini, tergantung pada keputusan The Fed dalam menentukan nasib suku bunga acuannya.
Namun, dia menilai rupiah saat ini memiliki daya tahan yang tinggi atau cukup resilien meskipun di tengah gejolak ekonomi global. Bahkan, pelemahannya lebih rendah dibandingkan negara lainnya, terutama dengan negara Asia Tenggara lainnya.
"Harga komoditas yang tinggi juga membantu kekuatan rupiah, jadi likuiditas valas kita lumayan memadai untuk menahan permintaan dolar. Perkiraannya tidak akan separah lira Turki, karena dibandingkan negara tetangga saja kita paling perform," tuturnya.
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan, Ekonom: Sentimen Pasar Kian Sulit Dikendalikan
Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa pelemahan rupiah hari ini hanya bersifat teknikal saja.
Namun, dia menilai rupiah saat ini memiliki daya tahan yang tinggi atau cukup resilien meskipun di tengah gejolak ekonomi global. Bahkan, pelemahannya lebih rendah dibandingkan negara lainnya, terutama dengan negara Asia Tenggara lainnya.
"Harga komoditas yang tinggi juga membantu kekuatan rupiah, jadi likuiditas valas kita lumayan memadai untuk menahan permintaan dolar. Perkiraannya tidak akan separah lira Turki, karena dibandingkan negara tetangga saja kita paling perform," tuturnya.
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan, Ekonom: Sentimen Pasar Kian Sulit Dikendalikan
Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa pelemahan rupiah hari ini hanya bersifat teknikal saja.
Lihat Juga :