Jumlah Money Printing di China Bisa Capai Triliunan Yuan

Kamis, 28 Juli 2022 - 09:30 WIB
Pada 2021 lalu sebuah rumor telah beredar di China yang mengatakan bahwa seorang pejabat Bank Sentral China ditahan terkait kasus salah cetak uang berjumlah 2 triliun yuan atau senilai Rp4.480 triliun.

Chen sendiri adalah orang yang paling bertanggungjawab atas percetakan uang tunai di China. Dia memang ditahan atas tuduhan kasus kejahatan akan tetapi masih belum jelas kasus apa yang dilakukannya.

Rumor ini juga sempat ditepis oleh Bank Rakyat China (PBOC) yang menyatakan bahwa rumor tersebut tidak benar dan telah bersiap untuk melaporkan para penyebar rumor ke pihak berwenang.

Melansir dari statista.com, pada 2021, otoritas moneter China, Bank Rakyat China, mengeluarkan lebih dari 9,62 triliun yuan atau setara Rp135 triliun. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi yang dikeluarkan dalam beberapa tahun terakhir.

Selama beberapa tahun terakhir, nilai uang cetak terus meningkat. Penerbitan mata uang ini merupakan salah satu fungsi dari bank sentral. Hal ini dilakukan China untuk menjaga kestabilan harga dan perekonomian. Biasanya, negara menetapkan target inflasi yang diinginkan dan bank sentral menerapkan kebijakan yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.

Baca juga : Jika AS Stop Hubungan dengan China, Uang Negara akan Selamat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!