Gara-Gara Corona, 50% UMKM Berpotensi Gulung Tikar
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:35 WIB
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong pemasaran UMKM melalui digital. Pihaknya mneyebut baru 8 juta pelaku usaha UMKM atau 13% yang memanfaatkan tekologi digital dari total 60 juta pelaku bisnis UMKM. "Kami mentargetkan hingga akhir tahun ini ada tambahan 2 juta UMKM yang bisa terhubung ke ekonomi digital, sehingga total akan ada 10 juta UMKM," jelasnya.
Meski telah bertransformasi digital, tidak menjamin pelaku usaha bisa bertahan, apalagi di tengah wabah corona. Rata-rata tingkat keberhasilan pelaku usaha UMKM hanya 4-10% walaupun telah bertransformasi digital. Teten pun mengidentifikasi ada sejumlah kendala sehingga UMKM tidak berhasil, antara lain tidak mampu bersaing dengan brand besar, kemampuan manajemen masih rendah dan kapasitas produksi masih relatif kecil.
"Misalnya, kasus produk lokal bakpia pathok bisa jadi pelajaran, di mana pelaku usaha UMKM banyak dengan volume produksi terbatas. Dengan demikan, perlu konsolidasi brand dan perlu rumah produksi bersama sehingga efisien," imbuhnya.
Disamping itu, perlu melibatkan milenial yang melek teknologi informasi dengan harapan pelaku UMKM lebih lihai memasarkan produknya secara online. "Disamping itu, juga bisa mendampingipelaku UMKM dalam teknologi pengemasan dan memperbaiki kualitas produknya," tandas dia.
Meski telah bertransformasi digital, tidak menjamin pelaku usaha bisa bertahan, apalagi di tengah wabah corona. Rata-rata tingkat keberhasilan pelaku usaha UMKM hanya 4-10% walaupun telah bertransformasi digital. Teten pun mengidentifikasi ada sejumlah kendala sehingga UMKM tidak berhasil, antara lain tidak mampu bersaing dengan brand besar, kemampuan manajemen masih rendah dan kapasitas produksi masih relatif kecil.
"Misalnya, kasus produk lokal bakpia pathok bisa jadi pelajaran, di mana pelaku usaha UMKM banyak dengan volume produksi terbatas. Dengan demikan, perlu konsolidasi brand dan perlu rumah produksi bersama sehingga efisien," imbuhnya.
Disamping itu, perlu melibatkan milenial yang melek teknologi informasi dengan harapan pelaku UMKM lebih lihai memasarkan produknya secara online. "Disamping itu, juga bisa mendampingipelaku UMKM dalam teknologi pengemasan dan memperbaiki kualitas produknya," tandas dia.
(nng)
Lihat Juga :