Gara-gara 30 Negara Terjebak Utang di Atas 100%, Rupiah Ambles Dekati Rp15.000
Rabu, 03 Agustus 2022 - 17:50 WIB
Tak hanya itu saja, terang Ibrahim, pandemi Covid-19 turut menjadikan adanya disrupsi di rantai pasok global, terutama dalam pangan dan energi, dan kemudian diperparah dengan meletusnya perang antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung hingga saat ini.
"Harga-harga komoditas utama dari Rusia dan Ukraina, seperti gas, metal, gandum juga mengalami kenaikan, sehingga banyak negara mengalami inflasi yang tinggi. Sebagai contoh Brasil, Eropa dan Singapura yang inflasinya sudah menyentuh di atas 5%," tambahnya.
Baca juga: Michael Learns to Rock Gelar Konser, Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia
Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Kamis (4/8/2022), mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.900-Rp14.950.
"Harga-harga komoditas utama dari Rusia dan Ukraina, seperti gas, metal, gandum juga mengalami kenaikan, sehingga banyak negara mengalami inflasi yang tinggi. Sebagai contoh Brasil, Eropa dan Singapura yang inflasinya sudah menyentuh di atas 5%," tambahnya.
Baca juga: Michael Learns to Rock Gelar Konser, Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia
Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Kamis (4/8/2022), mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.900-Rp14.950.
(uka)
Lihat Juga :