Inflasi Diramal Melewati 13 Persen, Inggris Akan Resesi Tahun Ini

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 07:48 WIB
Alasan utama inflasi yang tinggi dan pertumbuhan yang rendah adalah melonjaknya tagihan energi, salah satunya disebabkan oleh Perang Rusia Ukraina. Rumah tangga biasa harus merogoh kocek sebesar 300 pounds per bulan untuk membayar energi pada bulan Oktober, seperti yang diwanti-wanti bank.

Baca Juga: AS Masuk Jurang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2022 Turun 0,9 Persen

Resesi yang bakal datang diharapkan tidak akan menjadi penurunan terpanjang sejak 2008, ketika sistem perbankan Inggris menghadapi keruntuhan, hingga menghentikan pinjaman. Kemerosotan tidak akan sedalam 14 tahun yang lalu, tetapi mungkin berlangsung lama.

Gubernur Bank Andrew Bailey mengatakan dia memiliki "simpati besar dan pemahaman bagi mereka yang sedang berjuang" dengan biaya hidup tinggi.

"Saya tahu bahwa mereka akan merasa, 'Nah, mengapa Anda menaikkan suku bunga hari ini, bukankah itu membuatnya lebih buruk dari perspektif konsumsi?', saya khawatir jawaban saya untuk itu adalah, itu bukan karena saya khawatir alternatifnya bahkan lebih buruk dalam hal inflasi yang persisten," bebernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!