Menilik Kontribusi Pengelolaan Limbah Plastik ke Perekonomian
Senin, 29 Juni 2020 - 14:57 WIB
Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim sempat menyampaikan, bahwa bisnis daur ulang mencapai 400.000 ton per tahun. Tentunya, jumlah tersebut belum termasuk perusahaan daur ulang di luar anggota ADUPI.
“Ratusan orang menggantungkan hidupnya dari Bank Sampah Migunani Asri Madani. Kami memiliki anggota sebanyak 14 orang dan mitra pengumpul sampah sebanyak 181 orang,” jelas Istiningsih selaku Ketua Bank Sampah Migunani Asri Madani yang berada di kecamatan yang sama.
(Baca Juga: PSBB Berdampak pada Penambahan Volume Sampah Plastik )
Sambung dia menerangkan, para pengumpul sampah tersebut biasa mengumpulkan berbagai jenis sampah terutama sampah plastik. Kedepannya, Istiningsih berencana untuk bisa mendaur ulang sampah plastik menjadi biji plastik dan produk lain.
Di balik tumpukan sampah-sampah plastik yang menggunung, ada banyak pihak yang menggantungkan nasibnya pada sektor tersebut. Hal ini juga didukung oleh data lapangan bahwa di Kecamatan Cisauk, Banten, setidaknya terdapat 10 bank sampah. Setiap bank sampah memiliki mitranya masing-masing untuk mengumpulkan sampah. Salah satunya, Bank Sampah Bumi Hijau Cemerlang, memiliki 213 anggota dengan mitra pengumpulan sampah sebanyak 6 orang dari 6 titik.
Sampah plastik jenis tertentu bisa dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan. Menurut Bank Sampah Papandayan Indah, yang masih berada di Kecamatan Cisauk, mengaku salah satu jenis sampah yang bisa didaur ulang berbahan PET (Polyethylene Therepthalate) dan saat ini mereka masih mempraktekan upaya pendauran ulang sampah tersebut.
Limbah sampah berjenis PET layaknya harta karun karena semua bagiannya dapat didaur ulang menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hal ini juga didukung dengan data dari 5 bank sampah yang mengaku sampah plastik memiliki nilai jual relatif tinggi.
“Ratusan orang menggantungkan hidupnya dari Bank Sampah Migunani Asri Madani. Kami memiliki anggota sebanyak 14 orang dan mitra pengumpul sampah sebanyak 181 orang,” jelas Istiningsih selaku Ketua Bank Sampah Migunani Asri Madani yang berada di kecamatan yang sama.
(Baca Juga: PSBB Berdampak pada Penambahan Volume Sampah Plastik )
Sambung dia menerangkan, para pengumpul sampah tersebut biasa mengumpulkan berbagai jenis sampah terutama sampah plastik. Kedepannya, Istiningsih berencana untuk bisa mendaur ulang sampah plastik menjadi biji plastik dan produk lain.
Di balik tumpukan sampah-sampah plastik yang menggunung, ada banyak pihak yang menggantungkan nasibnya pada sektor tersebut. Hal ini juga didukung oleh data lapangan bahwa di Kecamatan Cisauk, Banten, setidaknya terdapat 10 bank sampah. Setiap bank sampah memiliki mitranya masing-masing untuk mengumpulkan sampah. Salah satunya, Bank Sampah Bumi Hijau Cemerlang, memiliki 213 anggota dengan mitra pengumpulan sampah sebanyak 6 orang dari 6 titik.
Sampah plastik jenis tertentu bisa dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan. Menurut Bank Sampah Papandayan Indah, yang masih berada di Kecamatan Cisauk, mengaku salah satu jenis sampah yang bisa didaur ulang berbahan PET (Polyethylene Therepthalate) dan saat ini mereka masih mempraktekan upaya pendauran ulang sampah tersebut.
Limbah sampah berjenis PET layaknya harta karun karena semua bagiannya dapat didaur ulang menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hal ini juga didukung dengan data dari 5 bank sampah yang mengaku sampah plastik memiliki nilai jual relatif tinggi.
Lihat Juga :