Wall Street Lesu Terbebani Data Ekonomi China, 3 Indeks Dibuka Melemah
Senin, 15 Agustus 2022 - 21:32 WIB
Bank sentral China telah memangkas suku bunga pinjaman utama demi menghidupkan kembali permintaan kredit yang sempat lesu akibat melemahnya aktivitas industri dan ritel yang tertekan oleh kebijakan nol-Covid Beijing.
People's Bank of China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman untuk fasilitas jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) sebesar 10 basis poin (bps) dari 2,85% menjadi 2,75%. Adapun suku bunga reverse repo dan suku bunga acuan juga terpangkas dari 2,1% menjadi 2%.
Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,4%, Airlangga Minta BI Tahan Suku Bunga Acuan
Sebelumnya, Wall Street telah mengalami reli selama beberapa minggu terakhir, di mana S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan empat minggu beruntun pada Jumat (12/8).
Hal itu dipicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve atau The Fed akan mengakhiri kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
People's Bank of China (PBOC) menurunkan suku bunga pinjaman untuk fasilitas jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) sebesar 10 basis poin (bps) dari 2,85% menjadi 2,75%. Adapun suku bunga reverse repo dan suku bunga acuan juga terpangkas dari 2,1% menjadi 2%.
Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,4%, Airlangga Minta BI Tahan Suku Bunga Acuan
Sebelumnya, Wall Street telah mengalami reli selama beberapa minggu terakhir, di mana S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan empat minggu beruntun pada Jumat (12/8).
Hal itu dipicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve atau The Fed akan mengakhiri kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.
(ind)
Lihat Juga :