Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan

Selasa, 16 Agustus 2022 - 08:53 WIB
Skema tersebut juga mencakup wewenang untuk menangguhkan suatu negara atas dasar pelanggaran hak asasi manusia atau perburuhan, serta karena tidak memenuhi kewajiban perubahan iklim mereka.

"Sebagai negara perdagangan independen, kami mengambil kembali kendali atas kebijakan perdagangan kami dan membuat keputusan yang mendukung bisnis Inggris, membantu biaya hidup, dan mendukung ekonomi negara-negara berkembang di seluruh dunia," kata Anne-Marie Trevelyan, Sekretaris Perdagangan Internasional, dikutip dari BBC, Selasa (16/8/2022).

Dia melanjutkan, "Bisnis Inggris dapat mengharapkan lebih sedikit birokrasi dan biaya yang lebih rendah, mendorong perusahaan untuk mengimpor barang dari negara berkembang."

Baca juga: Kinerja Ekspor Jawa Timur Turun 1,48 Persen Pada Juli 2022

Banyak barang, dari tekstil hingga buah-buahan, dari 65 negara termiskin di dunia sudah mendapat manfaat dari pengurangan atau tarif nol ketika dijual ke Inggris,sehingga membuatnya lebih menarik. Skema baru ini memotong beberapa biaya, misalnya pada mentimun yang tidak dapat diproduksi di Inggris selama musim dingin.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!