Tak Sanggup Atasi Krisis Utang, 60 Negara Terancam Bangkrut
Selasa, 16 Agustus 2022 - 21:12 WIB
Di sisi lain, inflasi yang tidak menurun secara cepat namun respons kebijakan dari sisi likuiditas dan suku bunga mengerem dari sisi fiskal bisa menyebabkan pemulihan ekonomi menjadi melemah.
Nahasnya lagi, saat pandemi belum sepenuhnya teratasi, muncul perang yang mengganggu pasokan pangan dan energi.
Kondisi membuat sektor produksi tambah parah. Sementara sisi permintaan sudah melonjak akibat stimulus, baik fiskal atau moneter.
"Sehingga potensi terjadinya stagflasi yaitu inflasi dengan kombinasi resesi menjadi salah satu yang menciptakan tantangan yang rumit pada tahun ini maupun tahun depan," tukasnya.
Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pada Juli 2022 sebesar Rp7.163,12 triliun. Jumlah tersebut setara 37,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio utang terhadap PDB ini menurun dari bulan Juni 2022 sebesar 39,56%.
Nahasnya lagi, saat pandemi belum sepenuhnya teratasi, muncul perang yang mengganggu pasokan pangan dan energi.
Kondisi membuat sektor produksi tambah parah. Sementara sisi permintaan sudah melonjak akibat stimulus, baik fiskal atau moneter.
"Sehingga potensi terjadinya stagflasi yaitu inflasi dengan kombinasi resesi menjadi salah satu yang menciptakan tantangan yang rumit pada tahun ini maupun tahun depan," tukasnya.
Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pada Juli 2022 sebesar Rp7.163,12 triliun. Jumlah tersebut setara 37,91% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio utang terhadap PDB ini menurun dari bulan Juni 2022 sebesar 39,56%.
(ind)
Lihat Juga :