BI: Potensi Stagflasi di Indonesia Perlu Diwaspadai
Selasa, 23 Agustus 2022 - 15:54 WIB
Adapun tekanan inflasi IHK ke depan diperkirakan meningkat, didorong oleh masih tingginya harga energi dan pangan global, serta kesenjangan pasokan. Inflasi inti dan ekspektasi inflasi berisiko meningkat akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta semakin menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan.
Baca Juga: Puan Maharani Minta APBN 2023 Waspada Stagflasi
"Berbagai perkembangan tersebut dapat mendorong inflasi tahun 2022 dan 2023, berisiko melebihi batas atas sasaran 3,0±1% dan karenanya diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia untuk langkah-langkah pengendaliannya," pungkas Perry.
Baca Juga: Puan Maharani Minta APBN 2023 Waspada Stagflasi
"Berbagai perkembangan tersebut dapat mendorong inflasi tahun 2022 dan 2023, berisiko melebihi batas atas sasaran 3,0±1% dan karenanya diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dengan Bank Indonesia untuk langkah-langkah pengendaliannya," pungkas Perry.
(nng)
Lihat Juga :