Wilmar Operasikan Sekolah Alam di Kawasan Konservasi
Selasa, 23 Agustus 2022 - 21:36 WIB
Program-program tersebut diharapkan menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitarnya. Pihaknya berencana melaksanakan proyek serupa di wilayah perusahaan lainnya. “Kami berkomitmen untuk ikut berperan aktif dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Salah satunya adalah membuat program pendidikan lingkungan,” ujar dia.
(Baca juga:Wilmar Pasok Tandan Kosong untuk Budidaya Jamur)
Sekolah alam juga mengadakan berbagai kegiatan pendidikan lingkungan, seperti pengetahuan tentang hutan, flora-fauna, pengelolaan sampah, bahaya kebakaran hutan, dan penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah jenis tumbuhan hutan asal Kalteng, yaitu Belangeran (Shorea balangeran), Pelawan (Tristaniopsis merguensis), Ubar (Syzygium sp.), Sangeh (Elaeocarpus sp.), Marsihung (Litsea angulata), dan Jangkang (Xylopia malayana).
Pemilihan jenis tumbuhan lokal tersebut bertujuan untuk mengenalkan jenis tumbuhan hutan Kalimantan yang mulai terancam oleh kerusakan hutan. Program penanaman pohon ini merupakan program rutin perusahaan jalankan sejak 2011. Hingga saat ini, telah tertanam 138.102 pohon di wilayah tersebut.
Senior Conservation Officer Wilmar Regional Kalteng Forendadi mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki lebih dari 28.400 bibit pohon siap tanam yang dikembangkan perusahaan. Langkah tersebut bertujuan untuk memulihkan daerah sempadan sungai, hutan yang terdegradasi, dan restorasi bekas-bekas daerah tambang masyarakat.
(Baca juga:Wilmar Laporkan Kasus Dugaan Penipuan ke Bareskrim Polri)
(Baca juga:Wilmar Pasok Tandan Kosong untuk Budidaya Jamur)
Sekolah alam juga mengadakan berbagai kegiatan pendidikan lingkungan, seperti pengetahuan tentang hutan, flora-fauna, pengelolaan sampah, bahaya kebakaran hutan, dan penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah jenis tumbuhan hutan asal Kalteng, yaitu Belangeran (Shorea balangeran), Pelawan (Tristaniopsis merguensis), Ubar (Syzygium sp.), Sangeh (Elaeocarpus sp.), Marsihung (Litsea angulata), dan Jangkang (Xylopia malayana).
Pemilihan jenis tumbuhan lokal tersebut bertujuan untuk mengenalkan jenis tumbuhan hutan Kalimantan yang mulai terancam oleh kerusakan hutan. Program penanaman pohon ini merupakan program rutin perusahaan jalankan sejak 2011. Hingga saat ini, telah tertanam 138.102 pohon di wilayah tersebut.
Senior Conservation Officer Wilmar Regional Kalteng Forendadi mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki lebih dari 28.400 bibit pohon siap tanam yang dikembangkan perusahaan. Langkah tersebut bertujuan untuk memulihkan daerah sempadan sungai, hutan yang terdegradasi, dan restorasi bekas-bekas daerah tambang masyarakat.
(Baca juga:Wilmar Laporkan Kasus Dugaan Penipuan ke Bareskrim Polri)
Lihat Juga :