Kreatif, Kampung Ikan Asap Penatarsewu Kini Budidayakan Maggot BSF

Rabu, 01 Juli 2020 - 11:01 WIB
Selain itu, limbah sisa dari Resto Apung Seba selama ini juga belum dioptimalkan. KSM Pengolahan Sampah yang sama-sama berada di bawah naungan BUMDES Sewu Barokah pun berinisiatif menggandeng kelompok pengelola resto untuk memanfaatkan sisa sampah dari resto. "Mereka mengolah ikan juga, dan sampah organiknya bisa kita manfaatkan juga untuk budidaya maggot BSF," paparnya.

Didampingi oleh Pertamina Gas dan bekerjasama dengan Komunitas Koloni BSF Jambangan dari Surabaya, KSM Pengelola Sampah yang beranggotakan 7 orang ini mulai membangun kandang budidaya BSF sejak April lalu. Saat ini, proses pembangunan kandang telah selesai. KSM Pengelolaan Sampah Penatar Sewu optimistis pihaknya mampu berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan desa dari bisnis yang akan dikelolanya.

Saat ini, kandang budidaya maggot BSF yang dibangun KSM Pengelolaan Sampah mampu menampung 30 kg sampah per minggu. Bahkan, sudah ada kelompok petambak ikan mujair yang siap menyerap hasil maggot yang akan diproduksi, yaitu Kelompok Tambak Lestari.

"Dari hasil perhitungan kami, pemanfaatan maggot BSF untuk campuran pakan ikan ini akan mengurangi biaya satu siklus panen hingga Rp8 jutaan," ujar Ketua BUMDes Sewu Barokah, Abdul Arif.

Di sisi lain, penjualan maggot BSF ini nanti diharapkan bisa memberi tambahan pendapatan seluruh anggota kelompok di bawah naungan BUMDes. "Kalau seminggu bisa menghasilkan 30 kg maggot, kita bisa ada tambahan hingga Rp1,8 juta sebulan," tambahnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!