Dinikmati Orang Kaya, Arahkan Subsidi BBM ke Pendidikan dan Kesehatan

Kamis, 01 September 2022 - 22:05 WIB
"Cadangan makin tipis, tapi kita membakar energi, membakar BBM, makin lama makin banyak. Akibatnya apa, kita harus menutup selisih ini dengan cara mengimpor. Sekarang kira-kira impornya mendekati 800 ribu barel per hari," ungkap Faisal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PB HMI Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba (PEMM) Muhamad Ikram Pelesa meminta agar subsidi BBM dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya. Ikram juga menyoroti adanya penggunaan subsidi yang tidak tepat sasaran dan banyak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, ketimbang dinikmati warga yang membutuhkan.

"Lebih baik dialokasikan kepada hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Ini lebih terasa manfaatnya," kata Ikram.

Baca Juga: Faisal Basri: Saatnya Menata Ulang Formula Harga BBM

Dia menyarankan agar sebelum menyesuaikan harga BBM memperkuat daya beli masyarakat terlebih dahulu. Sebab, daya beli masyarakat yang kuat tidak akan terpengaruh meskipun ada penyesuaian harga BBM. "Kalau misalkan disubsidi manusianya, maka kemampuan dan daya beli masyarakat meningkat, bagaimanapun arah kebijakan pemerintah, daya beli masyarakat dapat menyesuaikan," ucapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!