MTI Catat Penurunan Tajam Penumpang Angkutan Umum Pasca-Pandemi
Senin, 27 April 2020 - 13:14 WIB
"Mobilitas bus yang terhenti juga berpengaruh pada sejumlah rumah makan yang tutup. Bus-bus yang tidak singgah sementara waktu di rumah makan turut menambah pekerjanya yang menganggur," ucapnya.
Moda transportasi udara pun bernasib sama. Data dari 50 bandara di Indonesia selama Maret hingga 15 April, penumpang domestik menurun 72% dan luar negeri 98,95%. Pesawat yang melayani penerbangan domestik turun 57,42% dan internasional turun 96,58%.
Penggunan jasa kapal penyebrangan pun ambrol. Data dari tujuh pelabuhan, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Lembar, Batam, Bitung, dan Kayangan ada periode Maret-15 April 2020, menunjukan penurunan. Penumpang (pejalan kaki) turun 23% dan kendaraan turun 13%. Sementara untuk angkutan laut selama 1-15 April 2020 terhadap periode yang sama tahun 2019 terjadi penurunan sebesar 76%.
Moda transportasi berbasis rel pun mengalami penurunan yang drastis. Penumpang Kereta api (KA) jarak jauh dan loka turun 27%. Sedangkan, penumpang moda raya terpadu, kereta listrik, KA Bandara, dan lintas rel terpadu mengalami penurunan hingga 45,9%.
Selanjutnya, untuk penumpang angkutan KA jarak jauh dan lokal menurun 27%. Sedangkan penumpang MRT, KRL, KA Bandara dan LRT menurun 45,9%. Moda transportasi umum, terutama jarak jauh, berhenti total karena pemerintah melarang mudik mulai 24 April hingga 1 Juni 2020.
Moda transportasi udara pun bernasib sama. Data dari 50 bandara di Indonesia selama Maret hingga 15 April, penumpang domestik menurun 72% dan luar negeri 98,95%. Pesawat yang melayani penerbangan domestik turun 57,42% dan internasional turun 96,58%.
Penggunan jasa kapal penyebrangan pun ambrol. Data dari tujuh pelabuhan, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Lembar, Batam, Bitung, dan Kayangan ada periode Maret-15 April 2020, menunjukan penurunan. Penumpang (pejalan kaki) turun 23% dan kendaraan turun 13%. Sementara untuk angkutan laut selama 1-15 April 2020 terhadap periode yang sama tahun 2019 terjadi penurunan sebesar 76%.
Moda transportasi berbasis rel pun mengalami penurunan yang drastis. Penumpang Kereta api (KA) jarak jauh dan loka turun 27%. Sedangkan, penumpang moda raya terpadu, kereta listrik, KA Bandara, dan lintas rel terpadu mengalami penurunan hingga 45,9%.
Selanjutnya, untuk penumpang angkutan KA jarak jauh dan lokal menurun 27%. Sedangkan penumpang MRT, KRL, KA Bandara dan LRT menurun 45,9%. Moda transportasi umum, terutama jarak jauh, berhenti total karena pemerintah melarang mudik mulai 24 April hingga 1 Juni 2020.
(fai)
Lihat Juga :