Kenaikan Harga BBM Bebani Biaya Logistik Industri Makanan dan Minuman
Jum'at, 02 September 2022 - 15:55 WIB
Menurut dia, perhitungan tersebut dilakukan dengan asumsi pemerintah tidak jadi menaikan harga BBM. Jika ternyata pemerintah jadi menaikan harga BBM, maka nilainya akan lebih besar lagi.
"Jadi waktu itu saya asumsikan ini pemerintah sudah mengumumkan tidak ada kenaikan, tapi kalau kita asumsi katakan misalnya terjadi kenaikan sampai 30%, berarti kan itu kalau 50%-nya di BBM artinya sekitar 15% pengaruhnya," urainya.
Dia menambahkan, jika kontribusi biaya logistik 4-8% atau rata-rata 6% lalu dikali dengan 15%, berarti pengaruh dari distribusi atau logistik pada produk jadi sekitar 0,9-1%.
"Kemudian terjadi juga kenaikan di hulunya terkait pengiriman bahan baku dan lain sebagainya, anggap saja sama lah kira-kira 1%, berarti rata-rata sekitar 2% akan berpengaruh terhadap harga pokok kita," tukasnya.
"Jadi waktu itu saya asumsikan ini pemerintah sudah mengumumkan tidak ada kenaikan, tapi kalau kita asumsi katakan misalnya terjadi kenaikan sampai 30%, berarti kan itu kalau 50%-nya di BBM artinya sekitar 15% pengaruhnya," urainya.
Dia menambahkan, jika kontribusi biaya logistik 4-8% atau rata-rata 6% lalu dikali dengan 15%, berarti pengaruh dari distribusi atau logistik pada produk jadi sekitar 0,9-1%.
"Kemudian terjadi juga kenaikan di hulunya terkait pengiriman bahan baku dan lain sebagainya, anggap saja sama lah kira-kira 1%, berarti rata-rata sekitar 2% akan berpengaruh terhadap harga pokok kita," tukasnya.
(ind)
Lihat Juga :