Masih Timpang, Pentingnya Menjaga Harga Sawit di Tingkat Petani

Sabtu, 03 September 2022 - 22:33 WIB
Baca Juga: Tarif Pungutan Ekspor Gratis untuk CPO dan Turunannya Diperpanjang

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa produk turunan minyak sawit merupakan produk turunan minyak nabati yang paling banyak diminati masyakarat dunia, bahkan jumlahnya mencapai 33 persen terhadap produk minyak nabati dunia.

"Bagi negara-negara kompetitor penghasil minyak nabati di dunia, mereka juga ingin mengunggulkan produk minyak nabati yang terbuat dari sawit sehingga muncullah adanya perang harga, negative campaign. Padahal nyatanya, banyak industri makanan di Uni Eropa menggunakan minyak sawit sebagai ingredients," kata Ahmad Heri Firdaus.

Dikatakan Ahmad Heri Firdaus, kendati Indonesia merupakan produsen dan eksportir terbesar minyak sawit di dunia, namun banyak mekanisme dan faktor yang menyebabkan Indonesia masih belum bisa menentukan harga CPO dunia. Faktor yang dimaksud diantaranya adanya ketidakpastian pasar bursa, supply dan demand, kebijakan pemerintah, serta lebih banyaknya permintaan CPO dari luar negeri dibandingkan konsumsi domestik sehingga mempengaruhi harga CPO Indonesia.

"Supaya ke depannya kita bisa lebih mengendalikan harga sawit maka kita yang men-create demand nya. Salah satunya dengan memperluas potensi hilirisasi minyak sawit. Meskipun dari 2011 hingga saat ini hilirisasi sawit sudah cukup banyak, tapi masih bisa diperbanyak lagi," kata Ahmad Heri Firdaus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!