Realisasi Serapan Anggaran Kementerian PUPR Tahun Ini Akan Digas
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:55 WIB
“Proses lelang untuk proyek tahun 2020, sudah dilakukan sejak bulan November tahun 2019, dengan total jumlah paket untuk TA 2020 sebanyak 6.108 paket senilai Rp 58,8 triliun,” terangnya.
Tercatat hingga Rabu (1/7) kemarin, progres paket yang terkontrak sebanyak 4.685 paket (81,27%) dengan nilai Rp47,8 triliun, terdiri dari paket multiyears contract (MYC), MYC baru dan single years contract (SYC). Sebanyak 938 paket senilai Rp7,6 triliun (13,00%) masih dalam proses lelang, dan sisanya 485 paket senilai Rp3,4 triliun (5,73%) masih belum proses lelang.
Ia mengatakan anggaran PUPR utamanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia. Di antaranya meningkatkan konektivitas antar-wilayah, membangun dari pinggiran, ketahanan pangan dan air, serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas perumahan dan permukiman.
Belanja anggaran Kementerian PUPR juga diharapkan dapat berkontribusi langsung pada percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi, seperti mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat. Salah satu program yang menjadi prioritas Kementerian PUPR adalah melalui program padat karya tunai (cash for work) yang dilaksanakan di 23.392 lokasi di seluruh Indonesia.
Tercatat hingga Rabu (1/7) kemarin, progres paket yang terkontrak sebanyak 4.685 paket (81,27%) dengan nilai Rp47,8 triliun, terdiri dari paket multiyears contract (MYC), MYC baru dan single years contract (SYC). Sebanyak 938 paket senilai Rp7,6 triliun (13,00%) masih dalam proses lelang, dan sisanya 485 paket senilai Rp3,4 triliun (5,73%) masih belum proses lelang.
Ia mengatakan anggaran PUPR utamanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia. Di antaranya meningkatkan konektivitas antar-wilayah, membangun dari pinggiran, ketahanan pangan dan air, serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas perumahan dan permukiman.
Belanja anggaran Kementerian PUPR juga diharapkan dapat berkontribusi langsung pada percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi, seperti mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat. Salah satu program yang menjadi prioritas Kementerian PUPR adalah melalui program padat karya tunai (cash for work) yang dilaksanakan di 23.392 lokasi di seluruh Indonesia.
(uka)
Lihat Juga :