Petani Milenial Kunci Sukses Sektor Pertanian Masa Depan
Senin, 12 September 2022 - 22:22 WIB
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (10/9/2022), Dedi berkesempatan mengunjungi P4S Nasda, yang merupakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara.
Dedi Nursyamsi mengapresiasi pemanfaatan smart farming dan pupuk organik dalam budidaya hidroponik. “Solusi pupuk yang mahal perlu kita tingkatkan, efisiensi pemupukan dengan menggunakan pupuk berimbang pupuk organik seperti kompos dan pupuk hayati.”
(Baca juga:Peran Petani Milenial Dongkrak Perekonomian)
Menurutnya, saat ini pupuk mahal, maka gunakan pupuk organik. Kotoran sapi banyak mengandung nitrogen, pupuk kandang dari kotoran ayam dan kambing banyak mengandung kalium.
“Petani harus memiliki ilmu pemupukan, perlu meningkatkan cara produksi dengan fertigasi, memakai sistem gratifikasi, sehingga lebih efesien,” katanya di hadapan sejumlah petani milenial Balikpapan.
Dedi Nursyamsi pun menyampaikan pesan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa untuk mengatasi kebutuhan pupuk nasional sekitar 24 juta ton, sementara yang tersedia saat ini hanya senilai 9 juta ton, maka kita harus bekerja lebih keras dan berinovasi serta cermat dan cepat menanggapi aneka masalah dalam usaha tani.
(Baca juga:Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani)
Dedi Nursyamsi mengapresiasi pemanfaatan smart farming dan pupuk organik dalam budidaya hidroponik. “Solusi pupuk yang mahal perlu kita tingkatkan, efisiensi pemupukan dengan menggunakan pupuk berimbang pupuk organik seperti kompos dan pupuk hayati.”
(Baca juga:Peran Petani Milenial Dongkrak Perekonomian)
Menurutnya, saat ini pupuk mahal, maka gunakan pupuk organik. Kotoran sapi banyak mengandung nitrogen, pupuk kandang dari kotoran ayam dan kambing banyak mengandung kalium.
“Petani harus memiliki ilmu pemupukan, perlu meningkatkan cara produksi dengan fertigasi, memakai sistem gratifikasi, sehingga lebih efesien,” katanya di hadapan sejumlah petani milenial Balikpapan.
Dedi Nursyamsi pun menyampaikan pesan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa untuk mengatasi kebutuhan pupuk nasional sekitar 24 juta ton, sementara yang tersedia saat ini hanya senilai 9 juta ton, maka kita harus bekerja lebih keras dan berinovasi serta cermat dan cepat menanggapi aneka masalah dalam usaha tani.
(Baca juga:Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani)
Lihat Juga :