Digitalisasi Pertamina Turut Andil Pastikan Distribusi BBM Tepat Sasaran
Selasa, 13 September 2022 - 17:43 WIB
Jumlah BBM yang akan disalurkan ke kendaraan pengangkut juga akan dilakukan secara otomatis sesuai dengan jumlah yang dimasukkan lewat sistem. Semua data ini terpantau lewat PIEDCC. Pengawasan juga dilakukan di laut saat pengangkutan BBM menggunakan kapal. Saat ini, Pertamina memiliki sekitar 258 kapal yang beroperasi dan semuanya terdata dengan baik dan terpantau secara langsung lewat PIEDCC.
Baca Juga: Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)
Sistem PIEDCC merupakan upaya Pertamina dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kehilangan jumlah BBM yang tidak wajar, baik mulai dari produksi di kilang, distribusi oleh truk tangki maupun kapal, hingga masuk ke SPBU dan diterima oleh masyarakat. Langkah ini juga merupakan upaya untuk efisiensi dalam produksi dan distribusi BBM.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai implementasi digitalisasi rantai distribusi penyaluran BBM dari kilang hingga SPBU dan ke masyarakat merupakan suatu keharusan. "Saya kira digitalisasi adalah suatu keniscayaan. Perkembangan yang tidak mungkin bisa dihindari," tandasnya.
Menurut dia, digitalisasi rantai pendistribusian BBM dari kilang jadi kunci untuk memastikan bahwa BBM diproduksi dan disalurkan dengan tepat. "Saya kira manfaatnya cukup besar. Segala sesuatunya jadi lebih tercatat dan terpetakan dengan baik," ujar Komaidi.
Baca Juga: Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)
Sistem PIEDCC merupakan upaya Pertamina dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kehilangan jumlah BBM yang tidak wajar, baik mulai dari produksi di kilang, distribusi oleh truk tangki maupun kapal, hingga masuk ke SPBU dan diterima oleh masyarakat. Langkah ini juga merupakan upaya untuk efisiensi dalam produksi dan distribusi BBM.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai implementasi digitalisasi rantai distribusi penyaluran BBM dari kilang hingga SPBU dan ke masyarakat merupakan suatu keharusan. "Saya kira digitalisasi adalah suatu keniscayaan. Perkembangan yang tidak mungkin bisa dihindari," tandasnya.
Menurut dia, digitalisasi rantai pendistribusian BBM dari kilang jadi kunci untuk memastikan bahwa BBM diproduksi dan disalurkan dengan tepat. "Saya kira manfaatnya cukup besar. Segala sesuatunya jadi lebih tercatat dan terpetakan dengan baik," ujar Komaidi.
(fai)
Lihat Juga :