Kesulitan Keuangan, Lion Air PHK Karyawan Hingga Pilot Asing
Kamis, 02 Juli 2020 - 16:35 WIB
Kebijakan tersebut diambil karena pendapatan menurun akibat pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan. Sejak mulai beroperasi secara bertahap, imbuhnya, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal sebelumnya yakni rata-rata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi. Bagi karyawan yang semakin besar penghasilan maka semakin besar nominal potongannya.
"Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan," ungkapnya.
Pihaknya berencana, apabila kondisi perusahaan kembali pulih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group. "Harapanya pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali," kata dia.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi. Bagi karyawan yang semakin besar penghasilan maka semakin besar nominal potongannya.
"Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan," ungkapnya.
Pihaknya berencana, apabila kondisi perusahaan kembali pulih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group. "Harapanya pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :