Sri Mulyani Ungkap Dampak Negatif Transisi Energi, Biaya Hidup Bisa Makin Mahal

Rabu, 14 September 2022 - 14:56 WIB
Efek negatif transisi energi yang menaikkan biaya hidup ini menjadi dilema di tengah ekonomi yang masih rapuh dan masih belum pulih dari pandemi Covid-19. Langkah ini menjadi pilihan politik yang sulit, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi bahkan negara-negara lain.

"Pemerintah sendiri butuh banyak diskusi untuk menentukan kebijakan seperti apa yang akan dipilih kelak, tapi Indonesia sendiri sudah berkomitmen mendorong target nett zero melalui proses transisi energi," kata Sri.

Baca Juga: Subsidi BBM Tekan APBN, Edukasi kepada Masyarakat Perlu Ditingkatkan

Hanya saja, hal ini tidaklah mudah karena transisi energi juga berdampak terhadap sektor pembiayaan. Dia menyebutkan bahwa alokasi per tahun untuk anggaran perubahan iklim rata-rata adalah Rp89,6 triliun. Angka ini mencakup 3,6% dari total pengeluaran pemerintah. Indonesia masih membutuhkan sekitar Rp3.461 triliun untuk mitigasi dan adaptasi iklim, atau Rp266 triliun per tahun.

"Jadi alokasi APBN tiap tahun masih jauh dari total yang dibutuhkan. Maka dari itu, kita butuh bantuan dan dukungan dari semua pemangku kepentingan, tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya pemerintah sendiri," pungkas Sri Mulyani.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!