Investasi Foxconn di India 2 Kali Lipat Dibanding ke Indonesia: Tembus Rp282 Triliun
Kamis, 15 September 2022 - 07:20 WIB
India sendiri telah menyatakan akan menghabiskan USD30 miliar (Rp435 triliun) untuk merombak industri teknologinya. Pemerintah mengatakan akan memperluas insentif di luar USD10 miliar awal untuk pembuat chip agar tidak terlalu bergantung pada produsen chip seperti Taiwan, AS, dan China.
"Gujarat telah diakui untuk pengembangan industri, energi hijau, dan kota pintar. Peningkatan infrastruktur dan dukungan aktif dan kuat pemerintah meningkatkan kepercayaan dalam mendirikan pabrik semikonduktor," kata Brian Ho, wakil presiden Foxconn Semiconductor Group.
Foxconn adalah mitra teknis. Vedanta mendanai proyek tersebut karena ingin mendiversifikasi investasinya ke sektor teknologi. Vedanta sendiri adalah perusahaan ketiga yang mengumumkan rencana untuk membangun pabrik chip di India.
Baca juga: Kebakaran di Lantai Empat Gedung Kemendes, Petugas Damkar Kesulitan Padamkan Api
Sejatinya, tak cuma di India, Foxconn juga telah menyatakan komitmen investasinya di Indonesia. Foxconn berencana terlibat dalam investasi kendaraan listrik dengan mengucurkan dana USD8 miliar atau Rp116 triliun, jauh lebih kecil dibanding rencana investasi mereka ke India.
"Gujarat telah diakui untuk pengembangan industri, energi hijau, dan kota pintar. Peningkatan infrastruktur dan dukungan aktif dan kuat pemerintah meningkatkan kepercayaan dalam mendirikan pabrik semikonduktor," kata Brian Ho, wakil presiden Foxconn Semiconductor Group.
Foxconn adalah mitra teknis. Vedanta mendanai proyek tersebut karena ingin mendiversifikasi investasinya ke sektor teknologi. Vedanta sendiri adalah perusahaan ketiga yang mengumumkan rencana untuk membangun pabrik chip di India.
Baca juga: Kebakaran di Lantai Empat Gedung Kemendes, Petugas Damkar Kesulitan Padamkan Api
Sejatinya, tak cuma di India, Foxconn juga telah menyatakan komitmen investasinya di Indonesia. Foxconn berencana terlibat dalam investasi kendaraan listrik dengan mengucurkan dana USD8 miliar atau Rp116 triliun, jauh lebih kecil dibanding rencana investasi mereka ke India.
(uka)
Lihat Juga :