Kemendag Dorong Ekspor Makanan dan Minuman ke Jepang
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:24 WIB
Sementara itu, Kepala Balai Besar PPEI Noviani Vrisvintati menyampaikan bahwa untuk dapat menembus pasar Jepang, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha Indonesia. "Pelaku usaha di Indonesia diharapkan dapat mengidentifikasi selera pasar di Jepang, mempersiapkan standardisasi dan sertifikasi berkaitan produk pangan olahan seperti izin BPOM dan HACCP untuk terjamin keamanan produknya, menjaga kualitas produk, sanitasi dan higienitas, perlunya uji kandungan nutrisi untuk persyaratan label, kesiapan kapasitas produksi, dan kecepatanmerespons permintaan calon buyer," paparnya.
Saat ini, total perdagangan Indonesia-Jepang periode Januari─April 2020 tercatat sebesar USD9,66 miliar, dengan total ekspor nonmigas Indonesia sebesar USD4,47 miliar. Khusus untuk ekspor mamin Indonesia ke Jepang
pada periode tersebut, nilai totalnya mencapai USD71,90 juta. Nilai ini naik 12,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar USD63,77 juta.
Ekspor utama mamin olahan Indonesia ke Jepang, antara lain olahan ikan, olahan udang, olahan kepiting, camilan berbahan kakao, dan olahan berbahan kopi.
Saat ini, total perdagangan Indonesia-Jepang periode Januari─April 2020 tercatat sebesar USD9,66 miliar, dengan total ekspor nonmigas Indonesia sebesar USD4,47 miliar. Khusus untuk ekspor mamin Indonesia ke Jepang
pada periode tersebut, nilai totalnya mencapai USD71,90 juta. Nilai ini naik 12,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar USD63,77 juta.
Ekspor utama mamin olahan Indonesia ke Jepang, antara lain olahan ikan, olahan udang, olahan kepiting, camilan berbahan kakao, dan olahan berbahan kopi.
(fai)
Lihat Juga :