Kisah Sri Mulyani jadi Direktur IMF 2002-2004, Ada Andil Megawati

Senin, 19 September 2022 - 06:35 WIB
Hal itu dikemukakan Sri Mulyani saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk "Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju" di Jakarta, Minggu (22/12/2019). Megawati pun turut hadir pada acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut.

Baca juga: Ditanya soal Koalisi Pilpres 2024, Megawati: Ya Sabar Sajalah Dulu

"Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).

“Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions,” sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.

Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara.

"Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.

Baca juga: Profil Pendiri IMF John Keynes dan Harry White, Siapakah Dia?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!