Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp14.983, Khawatir Kenaikan Suku Bunga

Selasa, 20 September 2022 - 17:38 WIB
Dia menambahkan ruang diskresi terkait defisit pada APBN 2022 dan kondisi APBN semester I 2022 yang surplus juga menjadi semakin menguatkan bahwa momentum reformasi kebijakan subsidi yang tepat adalah tahun ini. Dengan demikian, jika terjadi risiko akibat reformasi tersebut masih dapat diredam dengan fleksibilitas APBN.

Selain itu, survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada minggu III September 2022 menunjukkan, perkembangan inflasi sampai dengan minggu ketiga September 2022 diperkirakan inflasi sebesar 1,09% (mtm). Sedangkan penyumbang inflasi, yaitu bensin sebesar 0,91% (mtm), angkutan dalam kota sebesar 0,04% (mtm).

Kemudian, lanjutnya, angkutan antar kota, telur ayam ras, dan beras masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta rokok kretek filter dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

"Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," ucapnya.

Sementara itu, pengaruh eksternal adalah dolar AS tetap berada dibawah level tertingginya karena investor bersiap atas kemungkinan kenaikan suku bunga yang agresif oleh The Fed untuk mengendalikan inflasi yang semakin memanas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!