FFR Naik Lagi, BI Diprediksi Kian Agresif Naikkan Suku Bunga
Kamis, 22 September 2022 - 08:18 WIB
Baca juga: Proyeksi The Fed: Suku Bunga AS Bakal Tembus 4,6% di 2023
Hal-hal ini, sebut dia, adalah apa yang harus diwaspadai oleh BI. Kenaikan suku bunga juga akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan kredit, naiknya kredi macet atau NPL yang perlu diwaspadai dalam jangka menengah.
BI, OJK, dan pemerintah, menurut Bhima harus bekerja sama, bersinergi mengantisipasi efek negatif naiknya suku bunga secara agresif terhadap pertumbuhan di sektor riil.
"Karena beban bunga untuk debitur pelaku usaha, debitur konsumen, debitur kendaraan bermotor, cicilan beli rumah pakai KPR itu semua akan terdampak dengan naiknya tingkat suku bunga, ini yang harus dijaga. Tapi kalau suku bunga tidak naik, imbas dari tekanan eksternal bisa melemahkan fundamental ekonomi, memang dilematis, tapi BI harus berani," tandasnya.
Hal-hal ini, sebut dia, adalah apa yang harus diwaspadai oleh BI. Kenaikan suku bunga juga akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan kredit, naiknya kredi macet atau NPL yang perlu diwaspadai dalam jangka menengah.
BI, OJK, dan pemerintah, menurut Bhima harus bekerja sama, bersinergi mengantisipasi efek negatif naiknya suku bunga secara agresif terhadap pertumbuhan di sektor riil.
"Karena beban bunga untuk debitur pelaku usaha, debitur konsumen, debitur kendaraan bermotor, cicilan beli rumah pakai KPR itu semua akan terdampak dengan naiknya tingkat suku bunga, ini yang harus dijaga. Tapi kalau suku bunga tidak naik, imbas dari tekanan eksternal bisa melemahkan fundamental ekonomi, memang dilematis, tapi BI harus berani," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :