Menkop UKM Pede Warung Tradisional Bisa Bersaing dengan Ritel Modern
Jum'at, 03 Juli 2020 - 20:29 WIB
Dia juga menjelaskan, kerja sama dengan sejumlah BUMN Pangan itu sekaligus menghubungkan warung tradisional dengan platform online. “Kami berkolaborasi dengan BUMN Pangan untuk distribusi bahan pangan masyarakat dan kebutuhan bahan baku melalui platform online,” katanya.
Teten berharap melalui program tersebut dapat dipastikan stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM, khususnya warung tradisional.
“Ini juga untuk menghubungkan warung tradisional yang belum terhubung dengan platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, pemesanan dan pengantaran via jasa antar,” pungkas Teten.
Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan BUMN Pangan ini dinilai strategis, karena mempunyai gudang di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga jika proyek percontohan ini berhasil akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.
Pada tahap uji coba ini, Program Belanja di Warung Tetangga menyediakan sembako seperti beras, telur, minyak, gula, sarden, kurma dan tepung. Tahap selanjutnya diperluas pada kebutuhan lauk pauk seperti ikan dan daging.
Teten berharap melalui program tersebut dapat dipastikan stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM, khususnya warung tradisional.
“Ini juga untuk menghubungkan warung tradisional yang belum terhubung dengan platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, pemesanan dan pengantaran via jasa antar,” pungkas Teten.
Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan BUMN Pangan ini dinilai strategis, karena mempunyai gudang di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga jika proyek percontohan ini berhasil akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.
Pada tahap uji coba ini, Program Belanja di Warung Tetangga menyediakan sembako seperti beras, telur, minyak, gula, sarden, kurma dan tepung. Tahap selanjutnya diperluas pada kebutuhan lauk pauk seperti ikan dan daging.
(ind)
Lihat Juga :